Kenapa Suka Ngopi?

FGD "Quo Vadis Bisnis Kopi" (Foto. Mang Aat)

FGD “Quo Vadis Bisnis Kopi” (Foto. Mang Aat pake kamera barunya yang ada wifi-an *gayaaa*)

Jumat 20 Sept 2013 pukul 19.00, Chez Moka. Ceritanya saya tetiba dapat undangan dari teman untuk ikut FGD tentang kopi. Wow, tertarik dong saya. Secara agendanya bakal seru banget, dan yang pasti dapet kopi gratisan dari si empunya FGD *modus.

Sebut saja namanya Hilda, mahasiswi S2 MBA ITB yang sedang menyusun tesis tentang proyeksi bisnis kopi kedepan. Berasa dukun gini.

Malam itu, alhasil terkumpul-lah 5 orang yang konon kabarnya suka ngopi. Dia adalah, saya, Flo, mang Aat, Nanaw, dan satu lagi teman mang Aat yang saya sendiri lupa namanya :p. FGD dimulai dengan pertanyaan: “Kenapa sih suka ngopi?”

Karena kita semuanya penyuka kopi, jadilah dengan semangatnya kami nyerocos bla ble blo tentang motivasi kami ngopi. Wah, ternyata beragam banget loh. Ada yang suka kopi karena konon kalo ga ngopi ada bagian yang hilang dari hidupnya *bahasanya rada dilebaykeun saeutik*. Ada yang suka kopi untuk begadang aja. Ada yang suka kopi karena sisi romantisme mendalamnya *FTV mode on*. Ada yang suka kopi karena emang pengen belajar ngopi. Daaan ternyata, motivasi ini amat sangat mempengaruhi perilaku mengopi mereka.

Misal, si A yang suka ngopi karena kalo ga ngopi ada bagian hidupnya yang hilang. Sudahlah pasti, ngopi adalah ritual wajib selama menjalani hari. Si B yang suka kopi karena kisah romantisme masa lalunya, selalu teringat kisahnya saat ngopi. Si C yang suka kopi karena pengen belajar, ya ga harus-harus banget ngopi tiap hari, dan ga sampe jadi ashobiyah pada salah satu jenis biji kopi, hanya senang aja dengan biji kopi dengan segala kerumitannya. Ada juga golongan orang yang “ah, pengen ngopi weh buat temen rokok” maka biasanya ga peduli minum kopi apa, yang penting kopi, termasuk cukuplah minum kopi instant.

Nah, kalo kamu kenapa suka ngopi?

——-

Ngiklan.

Dikasih arahan bagaimana mengoperasikan mesin espresso oleh sang Barista (Foto. Mang Aat)

Dikasih arahan bagaimana mengoperasikan mesin espresso oleh sang Barista (Foto. Mang Aat)

Saya bikin Cafe Latte sendiri loooh di Chez Moka. Rada grogi gitu. Grogi pas mencet tombol grinder. Grogi pas tamping. Grogi pas mengoperasikan mesin espresso. Grogi pas frothing susu. Grogi pas bikin Latte Art. Ah, rangkaian grogi yang bikin cafe latte saya gagal. Alih-alih bikin Cafe Latte, malah jadi Flat White (baca: kopi susu) aja gara-gara salah pas foaming susu. Ah sudahlah, ini kan baru pertama. Toh, Mas Ardi, Baristanya Chez Moka pernah latihan bikin kopi yang enak sampe-sampe harus dilarikan ke Puskesmas gara-gara overdosis kopi (Baca: minum 15 cangkir kopi sehari).

Cafe Latte gagal total tapi bikinin saya sendiri..lalalala

Cafe Latte gagal total tapi bikinin saya sendiri..lalalala

7 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s