Yellow Truck, Ngopi Langsung dari Roasternya

Yellow Truck

Coffee shop jadi tempat ngopi itu biasa. Klo coffee shop sekaligus jadi tempat me-roasting kopi, itu baru luar biasa. Ya, begitulah Yellow Truck menampakkan dirinya. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di sebuah bangunan yang terletak di Jalan Pajajaran 6A Bandung.

Yellow Truck 3Rumah mungil dengan halaman yang luas, semua tempat difungsikan dengan baik. Jejeran meja dan kursi menyesaki halaman, terlihat orang-orang sibuk dengan kegiatannya masing-masing, sambil minum kopi. Bangunan rumah difungsikan sebagai coffee bar, etalase produk coffee beans dari KOPIKU, kantor, daaaan ruangan untuk me-roasting biji kopi.

Yellow Truck 5

Yellow Truck 2

Yellow Truck lebih mirip laboratoriumnya para pecinta kopi. Bayangkan serunya minum kopi sambil menyaksikkan mesin roasting Diedrich, me-roasting biji-biji kopi yang akan kita minum. Konsumen juga diizinkan untuk mencicipi biji kopi segar yang baru selesai diroasting.

Cerita punya cerita, ternyata Yellow Truck adalah salah satu coffee shopnya PT KOPIKU Indonesia. KOPIKU Indonesia merupakan perusahaan yang fokus mengembangkan para petani kopi di daerah Jawa Barat, Sumatera Utara dan NTT. Menjadikan para petani sebagai partner untuk menghasilkan biji-biji kopi berkualitas.

Ok, balik lagi ke Yellow Truck. Sesaat setelah kami duduk, Mas Irman (Barista Yellow Truck. red) menyapa dengan ramah sambil bilang “Mau kopi apa hari ini?, nyobain Arumanis ya dibrewing pake V60. Gimana?” Wah menarik, setelah kemarin saya mencicipi kopi beraroma dan berasa nangka. Sekarang saya akan mencoba kopi beraroma dan berasa Arumanis. Yatta, ga sabar. Sigap, Mas Irman menata alat-alat seduhnya. V60, timbangan, filter, air hangat 90 derajat, dan biji kopi Arabika Pacet yang difermentasi. Menyeduhnya, dan menyajikannya.

Yellow Truck 10

Yellow Truck 8

Mas Irman menuangkan kopi ke gelas kami, dilanjut mendefinisikan rasa

Mas Irman menuangkan kopi ke gelas kami, dilanjut mendefinisikan rasa

Aroma kopinya belum muncul, rasanya juga masih asam biasa. Setelah didiamkan agak lama, aromanya mulai muncul, tapiii rasanya bikin saya bingung. Antara arumanis dan nangka #eaaaa, ini hidung dan lidah saya yang lagi kacau kayanya.😥.

Beberapa lama setelahnya, Mas Irman membawa secangkir kecil kopi “Nih gratis, cobain deh Gayo Arabika, coba tebak rasanya” Woooow, akhir-akhir ini saya bertemu dengan coffee shop baik hati yang suka kasih-kasih kopi gratisan :p. Gayo Arabika. Rasa asam lemon dengan pahit yang cukup menonjol juga. Yum. Ah, kata saya juga apa, kopi itu bukan cuma PAHIT. Banyak rasa yang mereka munculkan. Penasaran? cari coffee shop dan Barista yang mau berbagi ilmunya denganmu, maka rasakan serunya menyelami dunia hitam ini.🙂

Yellow Truck 4

2 responses

    • iya…banyak faktor yang bikin rasanya jadi beda2. Dari lama roasting (medium, medium-dark) aja udah beda rasa. Proses penjemuran, ataupun pulping beda, beda rasa. Beda cara nyeduh juga beda rasa :p. Hebatlah kopi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s