Motret dan Jalan-jalan

Sumber: Google

Biasanya, hobi motret sepaket sama hobi jalan-jalan. Ga penting kemananya, yang penting jalan-jalan. Jam terbang saya memang belum sebanyak Trinity, tapi saya pernah merasakan beberapa situasi rumit menjalankan 2 hobi sekaligus: Fotografi dan Jalan-jalan. Kenapa rumit? kurang lebih begini, saya pernah mengalami kegalauan yang nyata, antara harus membawa perlengkapan perjalanan yang cukup (pakaian, peralatan mandi, peralatan perawatan wajah (ahaaa :p), buku, sepatu, obat-obatan, makanan, sleeping bag) dan kamera DSLR yang ukurannya ga santai.

Alangkah tidak serunya, klo bawaan kita jadi segambreng. Udah bawa ransel berisi perlengkapan perjalanan, bawa tas kamera yang ukurannya besar, bawa oleh-oleh..arrrgh. Ga simple banget dah. Pernah waktu saya ke Padang (untuk pertama kalinya), saya meminjam tas carrier yang klo dipake bikin badan saya kelelep. Rencananya, saya akan menaruh kamera di dalam tas bersamaan dengan baju dkk. Alhasil, sulit mengabadikan momment, karena kamera sulit diakses. Kamera-pun menjadi lebih rentan terbentur barang-barang di dalam maupun diluar tas.

Tapi sedikitnya saya belajar juga bagaimana membuat dua hobi itu bisa saling berdampingan dengan mudahnya.

1. Rencanakan perjalanan anda. Analisis karakter tempat yang akan dituju. Panas, sedang hujan, dll. Pastikan akan menginap dimana. Medannya sulit dijangkau atau tidak. Sesuaikan bawaan dengan kondisi dan situasi tempat yang akan kita tuju. Klo kita jalan-jalan ke tempat yang panas, ya bawa aja baju-baju kaos yang menyerap keringat. Bawa kerudung langsung aja, biar ga ribet. Klo ga punya tempat menginap ya bawa sleeping bag, klo jelas mau nginep dimana ngapain juga bawa sleeping bag. Bawa sarung, lumayan untuk kemulan + shalat :p. Klo memungkinkan untuk laundry di tempat, bawa baju sedikit saja. Senter. Peralatan P3K dasar (Minyak telon, betadine, hansaplast). Al-Quran kecil tentunya. Pakaian dingin (klo tempatnya dingin). Sandal yang nyaman dipakai. Handuk kecil. Peralatan mandi. Gunting/pisau lipat. Masukkan semuanya dalam ransel. Alangkah tidak praktisnya jika kita membawa koper jinjing sekaligus membawa kamera. Pokoknya, pastikan tangan kita kosong dari membawa tentengan apapun, agar apa?agar tangan bebas untuk memotret. Kecuali, tas kita akan ditinggal di penginapan. Jangan lupa bawa payung dan rain coat (klo kondisi hujan). Motret sambil bawa payung itu ga banget. Saya pun membiasakan membawa kantong plastik besar, barangkali dibutuhkan untuk melindungi barang elektronik dari hujan, atau sekedar menaruh cucian kotor :p.

2. Melakukan riset terlebih dahulu pada tempat yang akan kita tuju. Hal ini memudahkan kita untuk menentukan “akan memotret apa, siapa, kapan, dan bagaimana kita memotret”. Mecontoh foto-foto orang yang pernah berkunjung ke tempat tujuan kita bukan tindakan kriminal. Melihat dan mengamati foto terdahulu berguna untuk menentukan spot, angle serta teknik. Selanjutnya, tugas kita untuk melakukan eksplorasi lebih pada tempat dan situasi saat kita sudah sampai di tempat tujuan.

2. Masukkan kamera ke dalam tas kamera. Saya lebih senang membawa tas selempang dibandingkan tas gendong. Beralasan, karena punggung kita sudah penuh dengan tas bekal perjalanan. So biarkan pundak yang menanggung beban kamera. Tas selempang menurut saya lebih memudahkan kita untuk mengakses kamera, kali-kali aja ada momment mendadak. Dulu saya pernah bawa kamera di dalam tas punggung. Alhasil, saat kamera sudah masuk ke dalam tas, dan tiba-tiba ada moment yang bagus untuk diabadikan, saya sudah tidak mood lagi mengeluarkan kamera dari dalam tas :p. Setiap tas kamera pasti memiliki sekat di dalamnya. Usahakan tas kamera memiliki sarung pelindung hujan. Oh iya, biasanya tas selempang saya gunakan juga untuk menaruh barang-barang yang butuh akses cepat (ATM/KTP/Uang/Charger Handphone).

Sumber: Google

3. Bawa perlengkapan memotret secukupnya dan sebutuhnya. Sesuaikan dengan tujuan memotret kita. Klo kita ga akan motret dengan teknik slow speed, tampaknya tripod ga perlu kita bawa. Begitupun dengan lensa, bawa lensa sesuai dengan kebutuhan. Ga lucu kan, udah bawa lensa segambreng + berat,  eh tau-taunya ga dipake. Jangan lupa bawa lens pen/tisu lensa, blower (klo cukup ruang), tisu/handuk kecil. Dan isolasi kertas untuk menutupi hotshoe (klo kita motret di pantai, biar ga kena korosi). Charger batere dan memory cadangan jangan lupa dibawa juga😀. Saya sih ga mau se-rempong gambar di bawah ini :p

Sumber: Google

4. Sebenernya, bawa kamera mirrorless lebih praktis ketimbang bawa DSLR. Tapii, gimana ya, ada kepuasan tersendiri saat motret menggunakan DSLR😀.

5. Pelajari terus tentang cara-cara merawat kamera atau pertolongan pertama pada kamera. Jadi klo kamera kita kenapa2, kita ga gagap lagi untuk menyelematkannya. Misal, saat kamera saya kegulung ombak di Pantai Siung-Jogja, Alhamdulillah saya punya teman yang paham ttg kamera. Klo saya sendirian disana, mungkin saya hanya bisa nangis-nangis meratapi kamera yang berkarat.

 

Segitu dulu…

4 responses

  1. Alangkah lebih enak kalau punya banyak jaringan/temen di luar sana.. Di tempat yang kita mau jalan jalan.
    Kalo kemarin di Jogja saya cukup bawa 1 set baju ganti dan kamera.
    So’ale ada kakak saya di Jogja.
    He

    Be de we, itu kuli angkut kamera.. Haha.
    Biasanya emang ada kalo acara olah raga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s