Nalacity di Sitanala

Ada yang tahu apa itu Leprosy? Tepat, Leprosy atau Kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman kusta (Mycrobacterium leprae). Kuman kusta ini menyerang kulit, saraf tepi dan jaringan tubuh lainnya. Duluuu banget, orang-orang menganggap penyakit ini adalah buah dari kutukan, guna-guna ataupun dosa. Beralasan mungkin ya mereka menyebut seperti itu dahulu, karena tanda-tanda fisik yang ditimbulkan oleh Kusta -salah satunya- lepasnya jari-jari dari tubuh kita, hmmm.

Lia dari LCC (Leprosory Community Center) menjelaskan tentang Kusta

Lia dari LCC (Leprosory Community Center) menjelaskan tentang Kusta

Waktu saya masih sangat norak dengan penyakit ini, saya suka horor sendiri ngeliat para penderita kusta. Bersentuhan dengannya? ga pernah terpikirkan sebelumnya. Hufft.

Namun, inilah saya, berada di antara ibu-ibu mantan penderita kusta di desa Sitanala – Tangerang. Hah?! ngapain? ikut workshopnya Nalacity Foundation. Nalacity adalah sebuah bisnis sosial berbasis pemberdayaan masyarakat, tepatnya ibu-ibu mantan penderita kusta di desa Sitanala. Produk yang dihasilkan yaitu jilbab kreasi.

Berangkat pagi-pagi dari Cilegon menuju Desa Sitanala Tangerang, bersama hujan yang menggoda saya untuk segera menari India *apasih*. Lokasi workshop ini letaknya di belakang Rumah Sakit Dr. Sitanala. “Kumuh” adalah kesan awal yang saya dapatkan. Jadi, klo kata “Kusta” disandingkan dengan kondisi pemukiman ini, lengkap sudah imaginasi saya tentang “orang-orang yang dipinggirkan”.

Pemukiman OYPMK di Desa Sitanala - Tangerang

Pemukiman OYPMK di Desa Sitanala – Tangerang

Warga yang tinggal disini hampir seluruhnya adalah mantan penderita kusta. Konon katanya, saat mereka selesai pengobatan dan dinyatakan sembuh, masyarakat tidak mau menerima mereka kembali. Maka dari itu, mereka ditempatkan di pemukiman ini, hingga beranak-cucu.

Anak-anak di pemukiman ini

Anak-anak di pemukiman ini sehat walau lahir dari orang tua yang pernah menderita kusta

Ga harus jalan lama-lama dari RS, saya mendapati sebuah bangunan TPA yang difungsikan juga sebagai tempat workshop Nalacity. Sudah berkumpul pula ibu-ibu punggawa Nalacity dan peserta workshop.

Ceria raut wajahnya :)

Ceria raut wajahnya menyambut kami

Acara dimulai pukul 11.00, diawali dengan penjelasan singkat tentang “Apa itu Kusta” oleh Lia, dari LCC-UI (Leprosory Community Center) Universitas Indonesia. Penjelasan yang sangat clear, banyak alasan yang membuat saya tak perlu takut lagi berinteraksi dengan para mantan penderita kusta. Jadii…udah ga jamannya lagi mereka diperlakukan “berbeda”, karena mereka juga manusia..sama seperti kita (eh atau mereka justru lebih keren? karena walau dalam kondisi terbatas, mereka tetap berkarya).

Ibu Emi salah satu ibu yang diberdayakan oleh Nalacity. Harus merelakan satu kakinya diamputasi karena Kusta

Ibu Emi salah satu ibu yang diberdayakan oleh Nalacity. Menggunakan kaki palsu karena harus merelakan satu kakinya diamputasi karena Kusta

Nah..setelah shalat dzuhur usai, acara dilanjutkan dengan membuat jilbab kreasi, deng deng. Peserta workshop diberikan masing-masing satu lembar jilbab dan butiran-butiran payet serta pola tentunya. Huft, melihat butiran payet, jarum jahit dan benang mendadak saya gugup. Dari dulu, tangan saya memang ga pernah beres melakukan kerja-kerja wanita (jahit menjahit, masak memasak, rajut merajut, dll). So, memayet adalah pekerjaan yang membuat kepercayaan diri saya jatuh begitu saja terhempas ke dasar samudera *halagh*.

Payet-payet yang akan dikreasikan oleh peserta workshop

Payet-payet yang akan dikreasikan oleh peserta workshop

Peserta memilih kerudung yang akan dikreasikan

Peserta memilih kerudung yang akan dikreasikan

Tapi saya tersemangati, saat melihat ibu tutor saya mengajari saya memayet. Jarinya sedikit kaku sisa kustanya yang lalu, namun beliau mampu membuat kreasi yang indah. Ini adalah bukti, bahwa keterbatasan bukanlah keterbatasan jika kita memandangnya sebagai jalan terindah dari Allah yang harus dilalui dengan sabar, syukur dan ikhtiar.

Peserta diajari cara memayet kerudung oleh ibu-ibu keren ini.

Peserta diajari cara memayet kerudung oleh ibu-ibu keren ini.

Meski jari-jarinya tak lagi utuh, mereka tetap berusaha menghasilkan produk terbaiknya

Meski jari-jarinya tak lagi utuh, mereka tetap berusaha menghasilkan produk terbaiknya

Berfoto bersama ibu tutor  saya :)

Berfoto bersama ibu tutor saya🙂

Hari yang indah, berbalut matahari yang kembali terik, dan senyum ibu-ibu luar biasa ini🙂. Terima kasih telah mengajarkan saya hakikat syukur. Salut juga untuk punggawa Nalacity, saat yang lain menjauhi mereka, kalian justru merengkuhnya dengan kasih dan kepedulian, tetap semangat…Jayalah di laut, jayalah di udara, jayalah di bumi, jayalah di akhirat😀.

Foto Basamo..Dadah :)

Foto Basamo..Dadah🙂

 

 

8 responses

  1. Salam kenal🙂
    Seneng deh makin banyak yang concern ke kusta. Ketika bertemu dan berbincang-bincang orang yang pernah mengalami kusta, rasanya miris mendengar berbagai diskriminasi yang mereka alami di masyarakat.😦
    Btw, LCC UI itu kepanjangannya Leprosy Care Community UI, bukan Leprosy Community Center. Hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s