Gotong Royong yuk

Ini bisa dibilang lanjutan dari tulisan saya sebelumnya. Masih seputar pendidikan dan ide-ide absurd saya tentangnya (lah bukannya ini blog khusus makanan?).  Pasca ekspedisi dan bubulusukan ke Tasikmalaya Selatan, lalu bertemu dengan guru-guru hebat di sekolah mandiri sana. Tak lupa bertemu dengan anak-anak manis yang ditangannya nanti kemudi bangsa dipegang. Pasca semua pengalaman hebat itu, saya berpikir tentang konsep gotong royong membangun pendidikan.

Saya  yang nyemplung di sebuah sekolah yang letaknya di atas bukit, dan dulu hampir tutup, merasa bahwa: mengurus sekolah dengan segala aspek didalamnya itu bukan pekerjaan mudah. Kita tidak hanya berpikir tentang bilangan dana untuk operasional, tapi juga berbicara tentang pembelajaran, tentang cara mendidik anak agar mereka menjadi anak-anak yang siap menjadi pemimpin bangsa kelak dengan pribadinya yang paripurna, tentang orang tuanya anak-anak, tentang guru-gurunya, tentang pasokan ilmunya, tentang bagaimana menginspirasi anak-anak, tentang banyak hal lainnya. Hingganya saya merasa, bahwa pekerjaan ini tidak hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang secara formal tergabung dalam sekolah (kepala sekolah dan guru) saja. Butuh tangan-tangan lainnya.

Berbekal dari kepayahan itulah, SD IT Rabbani membuka diri kepada lebih banyak pihak dan komunitas untuk ikut serta membangun sekolah ini. Istilah tepatnya ya gotong royong.

Contoh 1. Belajar Berkebun bersama Bandung Berkebun

Ngebon untuk ukuran anak2 di desa mungkin hal yang biasa banget. Tapi, pasti seru klo berkebunnya sambil seru-seruan bareng kakak-kakak dari Bandung Berkebun. Selain membawa kak Bimo, sang pengusaha sayuran organik yang sukses, mereka juga membawa cara berkebun baru: Vertikal Farming..tadda. Dan nyata, mereka terkaget-kaget melihat bungkusan kangkung bisa masuk ke supermarket dengan harga yang mahal😀. Lebih kaget lagi pas lihat menanam sayur bisa di dinding.

Jadi Petani itu kereeen

Jadi Petani itu kereeen

Nyangkul kotoran hewan untuk pupuk jadi lebih menyenangkan, sambil dijelaskan juga oleh kakak2 Bandung Berkebun

Nyangkul kotoran hewan untuk pupuk jadi lebih menyenangkan, sambil dijelaskan juga oleh kakak2 Bandung Berkebun

Yaaak..seru-seruan bareng Bandung Berkebun

Yaaak..seru-seruan bareng Bandung Berkebun

Contoh 2. Berintegritas bersama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)

Dulu ya, waktu saya belum dekat dengan beberapa teman2 di KPK. Lembaga ini terkesan horor, menakutkan, sulit dijangkau dan tidak ramah anak. Eh, ternyata…mengundang mereka untuk berbagi ilmu itu mudah loh. Salah satunya Kak Sandri, beliau datang jauh-jauh sebagai utusan KPK untuk berbagi ilmu di SD IT Rabbani. Kami ingin mengenalkan kepada anak-anak tentang profesi sebagai pejuang pemberantas korupsi. Yah setidaknya anak-anak saya mulai paham saat disebut KPK, mereka akan bilang Komisi Pemberantasan Korupsi, bukan Kelipatan Persekutuan Terkecil. Selain itu, Kak Sandri dengan totalnya bermain peran bersama 2 volunteer kece kita (Citra dan Ipah), bercerita tentang “Kue Santan”. Salah satu cerita dari dongeng seri Tunas Integritasnya KPK.  Tau kan 9 Nilai Integritas? itulah dia… Jujur, Peduli, Sederhana, Berani, Tanggungjawab, Adil, Mandiri, Kerja Keras, dan Disiplin. 9 nilai yang jika menjelma menjadi nilai dan karakter diri, so ga ada lagi tuh yang namanya korupsi di muka bumi ini. Seru kan?

Kak Sandri dan Citra bermain peran dari cerita "Kue Santan"

Kak Sandri dan Citra bermain peran dari cerita “Kue Santan”

Mengajak siswa bermain permainan tunasi integritas

Mengajak siswa bermain permainan tunasi integritas

Contoh 3. Menggambar Ekspresif

Percaya ga klo gambar menyimpan berjuta makna?. Harus percaya :p, karena itu terbukti di sekolah kami. Kak Idzma dari Kidzsmile Foundation, berbagi tentang “Menggambar Ekspresif” dan menggali content dibaliknya untuk mengetahui apa yang anak rasakan. Ah, mantab. Beliau juga ga segan-segan mengajari kami para guru loooh. Oh iya, dan suatu saat nanti, harapannya gambar anak tidak lagi seputar dua gunung dan satu matahari di tengahnya (berasa Ranu Kumbolo). Tapi gambar yang akan dicoretkan dalam selembar kertas itu adalah ekspresi dari auman jiwanya yang mendalam. Ahay.

Kak Idzma menggali content gambar anak dalam “Menggambar Ekspresif”

Contoh 4.  Para Volunteer yang menyisihkan waktu untuk menebar inspirasi disini

a. Miss Brietsje (tulisannya susah..haha), dokter berkewarganegaraan Belanda ini menyisihkan beberapa jam waktunya dalam seminggu untuk bercerita tentang Belandaaaa. Dan mengajarkan anak2 Bahasa Inggris.

Miss Bri, mengajar B.Inggris di depan anak2 SD IT Rabbani

b. Pa Jafar. Saya banyak belajar tentang ketulusan, keikhlasan pada beliau. Tak segan membawa anak’a selama pembelajaran berlangsung. Beliau adalah guru Agama kami, yang harus bolak balik Dipati Ukur – Cimenyan dengan motor sederhananya.

Pak Jafar mengajar di Masjid sekolah

c. Bu Nina, bekerja pada sebuah perusahaan konsultan perindustrian. Menyisihkan waktu setiap hari Jumat untuk berbagi cerita, mendongeng dan berbagi ilmu tentunya. Membaca dan membacakan cerita merupakan hobi beliau sejak lama. Beliau aktif mendirikan perpustakaan-perpustakaan mandiri berbasis komunitas

Bu Nina bercerita dengan antusiasnya

Masih ada volunteer keren lainnya yang ga ada fotonya..hehehe. Ada Bu Diah, yang tiba2 datang setelah berita tentang SD IT Rabbani dimuat di SalmanItb.com, menawarkan diri untuk mendidik disini😀 *suka terharu klo ngingetnya lagi*. Ada Bu Citra, mahasiswi UPI angkatan 2011 IPSE yang disela-sela waktu kuliahnya rela bolak-balik UPI – Cimenyan – UPI untuk mendidik. Ada Pak Gelar mahasiswa B.Inggris UPI 2009, ada Pak Candra mahasiswa Arsitektur ITENAS. Daaan banyaaaak lagi, orang-orang hebat yang mau menyisakan waktunya untuk sekedar berbagi cerita dan ilmu bersama kami dan anak-anak kami.

Contoh 5. Komunitas School Ranger, menambah keluarga baru

Bagi kami, berjuang sendirian itu sangat-sangat melelahkan. Manuasiawi banget kan ya?. Nah, maka dari itulah…School Ranger menghimpun sekolah-sekolah mandiri sejenis SD IT Rabbani ini bersama-sama. Untuk saling diskusi, saling tukar pikiran, saling bantu, saling dukung serta menyemangati dan saling dengar curhatan. Hehehe. Mereka juga ngebantu SD IT Rabbani untuk mengembangkan kurikulum berbasis potensi lokal loh, doakan semoga berhasil.

Ngantor besar School Ranger, merancang Kurikulum Khas SD IT Rabbani (berbasis kearifan lokal)

Contoh 6. Asyiknya belajar Science bareng Himpunan Metalurgi ITB

Wihiii…science itu kadang-kadang bisa sangat membosankan bahkan menyenangkan. Naaah, bayangkan betapa serunya belajar science bareng mahasiswa-mahasiswa Metalurgi ITB ini.

Prof Tarno sedang uji coba gunung berapi :p

Nah…hayooo…siapa lagi komunitas ataupun personal yang mau seru-seruan seperti mereka ini?. Yup, karena klo kata teman ari-ari saya, our education need hands, not just complaint. Mari gotong royong bangun pendidikan dengan cara yang kita bisa dan kita mampu. Daripada mengutuki masalah…ya mending selesaikan masalahnya, perlahan tapi pasti. Betul tidaaaaak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s