[Buku] Kinanthi Terlahir Kembali

Image

Sumber: Google

Jenis buku seperti ini adalah yang pertama berada dalam jajaran rak buku saya. Setelah lebih banyak membeli buku-buku tentang pendidikan, politik,perjuangan, pemaknaan Tuhan, dll, maka hari itu saya mulai bosan dengan tema-tema yang membuat otak jadi rada njelimet dan kadang meliar😀. Ya, karena buku ini membahas tentang Cinta.

Cinta, khususnya cinta terhadap lawan jenis masih menjadi bahasan “rendahan” bagi saya. Saya tidak ingin memahaminya terlalu rumit. Tidak ingin merasakan jatuh oleh karenanya. Saya memahaminya dengan sangat logis. Terlampau logis, sehingga ada ruang yang hilang pada maknanya. Pemaknaan ulang ini membuat saya menjadi lebih melankolis dari biasanya. Bukan galau tak berarti, hanya sebuah keraguan dan kerinduan pada hakikat yang sesungguhnya. Rindu pada jawaban atas pertanyaan..”kenapa Tuhan menurunkan cinta di semestaNya”.  Dan atas nama cinta, mengapa SGA harus bersusah-susah memberikan potongan senja pada kekasihnya, Alina.

Siang itu di sebuah toko buku. Mata saya tertuju pada buku ini. “Kinanthi Terlahir Kembali” karya Tasaro GK. Paragraf pembukanya menarik:

“Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta. Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memperhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila. Berhati-hatilah…

Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat, menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua berpikir hidupmu telah sempurna.

Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya. Bersiaplah… Engkau akan mulai merengek kepada Tuhan. Meminta sesuatu yang mungkin telah haram bagimu.”

Hmmm…karena saya harus menyelesaikan 2 buku dulu (Life of Pi dan Rumah Cokelat) so, dipending dulu ya resensinya. Hahaha….Fin.

One response

  1. pernah ikut baca karena istri lagi baca,
    kesan saya, dalam novel ini, banyak selipan penjelasan yang tidak perlu. dan kadang kepanjangan dalam menjelaskan hal yang kurang perlu itu.
    cerita bagus, tapi karena selipan tadi jadi membosamkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s