Belajar Foto Human Interest

human interest

Seorang tunanetra, meniup suling di Jl.Braga untuk sesuap nasi

Tukang Cukur Rambut Tradisional

Tukang Cukur Rambut Tradisional

Siapa yang suka motret manusia? cuung. Mengabadikan aktivitas, ekspresi emosi, atau  interaksi antar manusia sangatlah menyenangkan. Tidak ada foto yang monoton, selalu asyik untuk dinikmati. Yup…itulah fotografi Human Interest (HI). Dalam fotografi HI ada beberapa hal yang harus kita perhatikan:

1. Pastikan kamera kita berfungsi dengan baik (Batere full, dan kosongkan memory card :D)

2. Saya lebih suka menggunakan lensa 50 mm…tidak terlalu mencolok. Tapi pake lensa tele juga ga masalah..enak untuk candid

3. Memotret objek, bisa dilakukan dengan 2 cara:

a. Memotret objek diam2 (candid) > ekspresi objek natural, namun hati-hati..tidak semua orang suka dipotret diam2. Pengalaman saya saat memotret objek diam2, saya pernah ditimpuk oleh batu…hahaha.

b. Melakukan pendekatan dengan objek > objek dan fotografer sama-sama nyaman melakukan aktivitas karena sudah terbangun hubungan. Kekurangannya objek akan sadar kamera dan mengurangi ke natural-an foto. Bisa diakali dengan terus memotret candid objek yang sudah kita kenal ini. Pada jepretan awal..biasanya objek masih sadar kamera, tapi pada jepretan selanjutnya..objek kembali melakukan aktivitasnya dengan natural.

4. Sabar. Yup, sabar menekan shutter pada puncak moment.

Berikut video dari Arbain Rambey tentang tips dan trik HI..selamat menikmati..keep jepret. Ingat, bahwa memotret sama seperti menulis…harus banyak berlatih untuk mendapatkan foto yang baik dan indah.

4 responses

  1. Ini favorit saya…meski masih amatiran….tapi ya itu ada dilema juga, kadang musti minta ijin sama calon objek foto…Paling seru kalau jalan di daerah pedesaan atau jauh dari kota, orang2xnya masih polos dan suasananya lebih eksotik juga orisinal… Tapi perlu memperhatikan etika juga, musti kulo nuwun dulu karena ngga semua orang mau difoto soalnya🙂

    • iya, dulu daku lebih seneng motret orang secara candid, biar lebih natural gitu. Tapi kesini-sini, mengajak subjek ngobrol-ngobrol, menggali tentang dirinya sebelum memotret jauh lebih menyenangkan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s