Memanjakan Lidah di Kopi Gesang

Foto: Hesty Ambarwati

Bagi saya ramadhan kali ini adalah ramadhan yang paling irit. Seminggu berlalu, dan saya senantiasa menantikan adzan maghrib berkumandang dari Masjid Salman ITB. Selain karena (entah kenapa) kegiatan saya lebih banyak dihabiskan di Salman, ada juga modus lainnya: “Suksesi program 1000 Nasi Bungkus Setiap Hari”. Saya menjadi manusia yang berkontribusi aktif dalama suksesi program tersebut, alhasil seminggu belakangan saya dapat menghemat pengeluaran dengan hemat yang sehemat-hematnya.

Hari ini (30/7) ajakan untuk buka basamo dari seorang teman datang seiring bunyi BBM yang pasaran. “Tiong, buka bareng yo”, dan ajakan itu saya sambut dengan baik “Di Kopi Gesang aja yo”. Jadilah, saya beserta 2 teman saya berada di tempat ini sambil ngabuburit, sambil numpang wi-fi-an, sambil ngobrol, sambil rapat School Ranger. Saya pikir sesekali buka dengan konsep “ngemodal” perlu dilakukan untuk menghibur dan memanjakan lidah. Dan seperti biasa, saat memesan makanan serta minuman, saya seringkali meng-intervensi teman untuk memesan item yang berbeda. Agar apa? Agar bisa saling coba :p.

Apa saja yang kami pesan hari ini?

Sop Ayam, orang-orang sering bilang Sop Ayam pasti begitu-begitu aja. Benar sih, tapi menurut saya tidak selamanya Sop Ayam begitu-begitu saja. Walaupun isinya memang begitu-begitu saja (wortel, kentang, buncis, kol, ayam) namun kaldunya tidak begitu-begitu saja. Setiap tempat makan yang menyajikan Sop Ayam pasti memiliki rasa kuah yang berbeda. Ada yang enak hanya karena bumbu penyedap, ada yang kuat dengan mericanya, ada yang enak karena memang kaldunya sempurna. Sop Ayam di Kopi Gesang menurut saya enak, kuahnya bening, tapi sayang rasa kaldunya belum maksimal. Dan beginilah derita makan sop di kota Bandung, susah mendapatkan Sop yang benar-benar hangat.

Foto : Hesty Ambarwati | Sop Ayam

 

Soto Ayam, penampakannya sih enak, sayang karena yang pesan laki-laki dan tampak begitu lapar. Saya jadi tidak tega untuk merusuhinya :p

Foto: Hesty Ambarwati | Soto Ayam

 

I Fu Mie, bahasa sederhananya Cap Cay Sayur, hanya saja ada tambahan Mie yang digoreng dan dibentuk menyerupai sarang burung sebagai alas bagi sayur-sayuran. Menurut saya rasanya enak, tumisan sayurnya sempurna tidak terlalu matang dan tidak terlalu mentah, tampaknya diolah dengan proses yang benar. Di rebus sebentar dalam air mendidih dan ditambahkan garam lalu disiram air dingin untuk menghasilkan sayuran dengan warna yang cerah namun tidak hilang zat gizi.

Foto: Hesty Ambarwati | I Fu Mie

 

Kopi Jos. Minuman yang wajib dipesan di sebuah coffee shop. Single Coffee yang saya pesan kali ini adalah: Arabika Toraja. Rasanya tidak se-asam Arabika Papua Wamena, namun pahitnya lebih dominan ditambah aroma arang yang berpadu dengan aroma khas Kopi Toraja.

Foto: Hesty Ambarwati | Arang dicelupkan dalam Kopi

 

Foto: Hesty Ambarwati | Arabika Toraja

Terakhir. Secangkir teh manis hangat dan mendoan. Aih, tidak disangka duo kudapan ini disajikan gratis selama bulan Ramadhan. Nikmatnyooo.

Foto: Hesty Ambarwati | Teh dan Mendoan Gratisan

Dan tibalah pada saat yang paling mengerikan, bayar di kasir. Sudahlah tak perlu kita pandangi deretan angka yang tuntas dijumlahkan itu berkali-kali. Ia sudah berhasil mempecundangi kita semua, orang-orang yang pernah hidup dari 1000 nasi bungkus gratis di Salman ITB. Hahaha, selamat menikmati hari ini. Seminggu ke depan niscaya saya akan menjelma menjadi peserta yang aktif dalam program 1000 nasi bungkus gratis Salman ITB lagi.

N.B Ulasan Foto

Kebetulan saya menggunakan Nikon D60 dan lensa 35mm f 1.8 kali ini. Bukan karena saya tidak cinta dengan si Oly, hanya saja saya harus berbagi :p. Semua diambil dengan ISO 800, kejam memang tapi ini terpaksa dilakukan oleh sebab saya lupa bawa batere untuk flash *ahiw*. Konsep yang diambil sangat sederhana, makanan inti dan teman minumnya untuk seluruh makanan. Sedangkan untuk kopi, konsep yang saya ambil adalah cara membuat Kopi Jos. Sekali lagi, menurut saya fotografi makanan bukanlah jenis foto Macro melainkan Still Life, so berpaculah dalam konsep, tidak cukup berbicara tentang detail IMHO.

5 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s