Komunitas School Ranger [bag 1]

Sumber: Yahya Ayyash


School Ranger?

School ranger dan Power Ranger kebetulan tidak memiliki hubungan darah apapaun. Jadi tidak perlu dibayangkan  jika orang-orang  di dalamnya menggunakan kostum Pahlawan super dengan kekuatan yang juga super [Salam Super!]. School Ranger itu nyata dan realistis, ia adalah sebuah komunitas tempat sekolah-sekolah mandiri yang berkomitmen untuk memfasilitasi pendidikan berkualitas bagi anak-anak ekonomi lemah berhimpun. Karena kami sadar, bahwa berhimpun lebih baik daripada berjuang sendiri-sendiri.

Nah, sekarang saya akan cerita mengenai sejarahnya.

Hari itu, sekitar bulan Juni di tahun 2012. Saat lelah mengurusi SD IT Rabbani sampai pada titik tertingginya, hadirlah dua orang pemuda ke sekolah kami. Dua orang pemuda luar biasa yang mengabdi untuk fasilitasi pendidikan bagi anak-anak di pelosok. Datang dari pelosok Tasikmalaya. Agak aneh memang jika Tasikmalaya disandingkan dengan kata “pelosok”. Tapi begitulah nyatanya,  Cikatomas harus ditempuh selama 2 jam dari Kota Tasikmalaya, dengan jalan yang bergelombang, dan berbatu tanpa aspal.

Ialah Mba Justina dan Mas Anas. Tahukah? Mba Justina adalah orang luar biasa. Alumnus UNY (Pendidikan B.Inggris) dan UI (Hukum) ini sempat mengabdikan dirinya di WHO selama 15 tahun. 9 tahun ia habiskan di Sweden. Bagi sebagian orang kondisi seperti ini mungkin menjadi sangat nyaman, namun tidak dengan beliau. Ia tinggalkan semua itu, abdikan diri di sebuah desa nun jauh di pelosok Tasikmalaya sana. Hidupkan kembali pendidikan yang sempat mati segan hidup tak mau. Darinya saya belajar, bahwa apa yang sudah saya lakukan hari ini untuk SD IT Rabbani belumlah apa-apa dibandingkan pengorbanannya untuk membangun sekolahnya. (lebih jauh tentang beliau mungkin akan saya postingkan nanti ya)

Mba Justina dan Mas Anas, hadir di tengah-tengah sekolah kami dengan kondisinya yang juga lelah. Kami sadar betul bahwa perjuangan membangun pendidikan berkualitas untuk anak-anak tidak mampu merupakan pekerjaan yang tidaklah ringan. Cobalah uda bayangkan :p, sebagai seorang penggerak, kami harus berpikir banyak hal, dari mulai pendanaan sekolah agar tetap gratis walau tidak mendapat sokongan dana dari pemerintah, manajerial sekolah serta yayasan, konsep kurikulum dan pembelajaran sampai bagaimana menghadirkan pendidikan di tengah-tengah sekolah kami. Banyak permasalahan yang harus kami hadapai dan selesaikan agar tujuan awal tercapai.

Pada akhirnya, orang-orang satu visi akan dipertemukan. Celah inilah yang membuat kami berinisiatif untuk menghimpun sekolah-sekolah sejenis ini (sebut saja sekolah mandiri *agar mudah*) dalam sebuah wadah. Setidaknya kami memiliki tempat untuk saling tukar pikiran, saling menginspirasi serta menguatkan dan saling belajar. Dan  akhirnya nama School Ranger-pun tercetus hari itu juga dengan tagline “Rising Hope For Better Education”, semoga komunitas yang baru akan launching di tanggal 27 Juli 2012 ini dapat membangun harapan baru untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik.

(bersambung)

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s