Idealis-lah dari yg sederhana

sumber: Google

Bagaimana kita memaknai kata idealis?berdemo?aktif mengkritisi pemerintah?. Semua orang berhak memaknainya sesuai dengan ilmu dan pengalaman yang ia pernah dapatkan. Bagi saya, idealis tidak hanya berhenti pada saat seseorang aktif berdemo atau mengkritisi pemerintah untuk memperjuangkan hak rakyat atau menghapuskan ketidakadilan. Proses dalam memperjuangkannya pun merupakan cerminan tentang idealis. Memperjuangkan hak rakyat dengan merusak fasilitas umum, atau melakukan tindakan yang justru meresahkan rakyat adalah perilaku yang kontradiktif. Wajar, jika banyak demonstrasi membuat sebagian masyarakat bertanya: “Siapa yang mereka perjuangkan sih?”

Ok. Berhenti sejenak, bukan berarti saya tidak setuju dengan demonstrasi atau aksi-aksi heroik lainnya untuk memperjuangkan keadilan bagi rakyat Indonesia. Saya hanya tidak ingin, cita-cita besar kita tentang Indonesia yang ideal, hancur karena kita sendiri lupa membentuk perilaku dan karakter yang ideal.

Bagi saya memaknai idealisme itu adalah belajar untuk: merokok dengan bertanggungjawab (tidak merampas hak orang lain untuk mendapatkan udara bersih, lebih bagus lagi ga ngerokok), menjaga fasilitas publik (menjaga toilet di ruang publik tetap bersih, tidak merusak telepon umum, tidak merusak tempat sampah milik publik, corat coret tembok, dll), membuang sampah tepat pada tempatnya atau lebih baik lagi hidup tanpa sampah  (saya sering bingung klo ada aktivis mahasiswa beres aksi malah ninggalin sampah), pacaran dengan menjunjung tinggi etika dan norma agama (klo ada yg ngebolehin pacaran ya), berpakaian sopan (terserah mau rapi atau ga, selama kita ga bisa jaga aurat dengan baik sama aja boong), ga mabok atau pake narkotika (jadi inget organ ekstra kampus yang hobi mabok, hah bingung), bicara dengan santun (biasanya sih saya langsung ilfeel klo ada aktivis pake bahasa yang ga terdidik),  datang tepat waktu, ga nyontek dan melakukan tindakan plagiarism apapun, ga melakukan tindakan suap menyuap (bukan suap-suapan makanan ya), ga nembak SIM, tertib berlalu lintas, tertib mengantri, memberikan tempat duduk untuk orang tua, ibu hamil ataupun anak kecil saat di angkutan umum, letakkan sepatu pada rak yang sudah disediakan, dan masih banyak kegiatan-kegiatan kecil lainnya yang penting.

So, sekeren apapun kamu saat demontrasi di jalan, tapi setelahnya ninggalin sampah, atau ngerokok di tempat umum, atau masih ga bisa jaga kebersihan kampus, maka perjuangan itu terasa kurang sempurna. Mari belajar untuk menjadi ideal.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s