Sekolah Gotong Royong

Image

Bu Nissa bersama anak2

SD IT Rabbani sejak awal sering kami sebut sebagai: SD (Sekolah Darurat), hehe. Begitulah, karena hampir tutup maka niat kami saat itu sangat sederhana “yah, yang penting ga jadi tutup dulu”. Berbekal kepercayaan beberapa warga sekitar untuk menjadi tenaga pendidik, kami membuka kembali sekolah ini.

Satu bulan lagi, sudah 2 tahun loh.

Hari ini, SD IT Rabbani semakin memperjelas citranya menjadi: Sekolah Gotong Royong. Maksudnya? Coba saya perjelas ya. Jika hanya karena saya yang kerja, mungkin SD IT Rabbani akan bubar di hari pertamanya..hehe. Banyak masyarakat dari berbagai macam elemen berkontribusi dalam pengembangan SD IT Rabbani. Hal ini mempertegas, bahwa masih banyak orang yang mau turun tangan untuk merealisasikan salah satu janji kemerdekaan, yaitu: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Saya bersyukur.

Ada ibu-ibu warga sekitar SD IT Rabbani yang rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk SD IT Rabbani, bahkan tanpa gaji. Mereka adalah guru-guru luar biasa yang sosoknya bisa kalian lihat di sekolah setiap hari Senin sampai Jumat. Bayangkan jika tidak ada mereka yang mau berkorban, mungkin SD IT tinggal nama.

Ada juga teman-teman mahasiswa yang tak kalah luar biasanya. Ada kakak-kakak dari Gerakan Kakak Asuh (GKA) yang sudah mengorbankan uang jajannya untuk menopang biaya operasional serta gaji guru di SD IT Rabbani. Tak hanya dana, mereka-pun berbagi ilmu dan waktunya dengan anak-anak, mengajari membaca dan berhitung. 

Ada lagi masyarakat luas yang bersedia membagi apa saja, dari mulai rezekinya, ilmunya, buku-buku untuk perpustakaan atau tenaga dan waktunya untuk menjadi salah satu guru di sekolah ini. Ada yang datang memberikan pelatihan bagi guru-guru. Ada yang datang untuk berdongeng setiap hari Jumat dan masih banyak lagi. Mereka datang sendiri-sendiri ataupun berkelompok. Bermodalkan Koran yang memuat berita tentang sekolah kami, mereka datang mencari alamatnya sendiri. Dari yang muda sampai nenek-nenek berusia 80 tahun.

Ada lagi kakak-kakak dalam komunitas. Dari mulai mahasiswa maupun masyarakat pada umumnya. Berbagi apapun yang mereka miliki. Berbagi ilmu dan inspirasi bagi anak-anak kami.

Ada lagi orang tua siswa yang terus mendorong anaknya berangkat sekolah😀. Hal paling mengharukan adalah, saat ada seorang ibu datang membawa pisang dan berkata “saya hanya mampu bayar dengan ini bu”. Itulah letak usahanya yang luar biasa, motivasi besar agar anaknya tetap sekolah. Atau kisah tentang seorang ibu yang datang membawa satu buah papan tulis untuk kami melaksanakan pembelajaran di kelas. 

Ada juga, the dream team, hehe. Campuran antara mahasiswa, calon sarjana, sarjana muda, sarjana nanggung, dan calon ayah serta calon ibu :p. Merekalah yang berpikir keras tentang pengembangan networking, fundraising, SDM, sarana dan prasarana sampai publikasi sekolah ini.

Banyak elemen kan? Ya inilah konsep SD IT Rabbani sebagai sekolah gotong royong. Kami ingin menghapus sekat, bahwa tugas membenahi pendidikan hanyalah milik pemerintah ataupun guru. Ini tugas kita bersama, tugas setiap warga Negara Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sepakat?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s