[Kopi] Bereksperimen dengan French Press

Image

Kopi Papua

Hari itu, di hari yang tanpa planning. Saya dan Flo coba bermain ke Setiabudhi Mart, tidak jauh dari pusat kemacetan kota Bandung (baca: Rumah Mode), yang entah kapan akan direlokasi ke Kawah Ciwidey. Melihat-lihat bungkus kopi dan alat-alat untuk menyeduh kopi adalah kegiatan kami saat itu, untuk kemudian berharap akan memilikinya kelak.

Sampai jua kami pada bab melihat-lihat jejeran alat penyeduh kopi, mulai dari mesin espresso seharga 11 juta, moka pot seharga 300ribu, Vietnam drip seharga 80ribu dan French Press seharga 61ribu. Itulah French Press yang paling murah diantara yang lainnya, yang akhirnya dipilih oleh Flo untuk dimiliki. Juga sebungkus kopi Papua Arabica merk Kafana yang saya beli seharga 27ribu rupiah saja.

Dan inilah kami, dikosan sang manusia goa (baca: Flo) sudah siap dengan ilmu, alat dan bahan untuk menyeduh sang kopi dengan cara yang berbeda. OK, setelah saya baca cara menyeduh kopi dengan French Press di blog’a mas Toni Wahab (cikopi.com) dan mendownload video tentangya, kami pun siap menyeduh kopi Papua yang katanya paling top itu.

Menyeduh kopi dengan French Press itu susah sulit gampang. Ya, untuk menghasilkan kopi yang nikmat kita harus melalui cara yang juga rumit. French Press yang dimiliki oleh Flo ini mampu menyeduh 300 ml kopi. Biasanya, takaran yang pas untuk satu gelas kopi nikmat adalah: 15 gram kopi dan 200 ml air. Namun kali ini, saya gunakan 25 gram kopi dan 300 ml air. Oh iya, kopi yang digunakan untuk French Press harus digiling kasar. Saya coba urutkan langkahnya ya:

1. Siapkan alat, French Press, sendok, gelas. Sebelum digunakan, hangatkan French Press menggunakan air hangat (air hangat dituang ke dalam French press, bukan direndem di dalam baskom ye)

Image

Hangatkan French Press

2. Siapkan bahan 25 gram kopi yang sudah digiling kasar. Air 300ml

3. Rebus air 300 ml mencapai suhu 95 derajat celcius. Tapi, karena saya ga punya thermometer, so saya biarkan air mendidih, lalu diamkan selama 1 menit  setelah api dimatikan (ini kata mas Toni Wahab).

4. Masukkan 150 ml air hangat ke dalam French Press, lalu masukkan kopi, aduk, tutup. Biarkan selama 30 detik. Pada 30 detik awal ini, aroma kopi begitu semerbak tercium.

Image5. Ya, setelah 30 detik berlalu, masukkan 150 ml air lagi ke dalam French Press, tutup dan biarkan selama 3,5 – 4 menit. Aromanya makin kuaat sodara-sodara, dan ekstraksi pun dimulai.

Image6. Setelah 4 menit berlalu, French Press siap di press secara perlahan, agar ampas kopi terdorong ke dasar French Press, memisahkan antara ampas dan air kopi.

Image

7. Siaaap dihidangkan.Image

Hei, itu dia kopi Papua yang aromanya begitu harum dan rasanya pahit khas kopi, sedikit asam tapi mantaaaaabbb. Pahitnya mirip sama kopi Toraja, tapi aromanya lebih kuat kopi Papua. Yang ga terlalu suka pahit, boleh ditambahkan gula, 1 sendok makan peres saja, jangan rusak citra pahitnya dengan menambahkan gula berlebihan :p. Selamat mencoba…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s