Apa Prestasi Menurutmu?

Image

Siapa yang motret? saya😀

 

Baru aja saya selesaikan application form sebuah gerakan yang sedang naik daun itu. Di tengah isian yang harus saya jawab, ada pertanyaan yang membuat saya kebingungan. Itulah dianya  kolom “Prestasi”. Jadi prestasi apa yang pernah saya dapatkan? Aih, itu bukan kolom menjawab bebas. Ada point-pointnya, pada kegiatan apa?, institusi? Prestasi (finalis/juara 1/juara 2/juara 3)?. Pyuh, itukah prestasi? Haruskah diukur dengan tingkatan? Kasihan saya ya, yang memang ga pernah tertarik untuk ikut perlombaan apapun. Kasihan yang lain ya, yang selalu ikut lomba tapi belum rezekinya mengoleksi piala atau sertifikat juara. Prestasi, siapa yang tentukan standarnya harus seperti itu ya?

Bagi saya, prestasi adalah apa saja yang saya anggap prestasi. Saya hanya ingin memiliki definisinya yang lain. Bosan bertindak seperti apa yang orang pada umumnya lakukan. Saya tidak ingin terjajah pada label-label dan standar-standar yang biasanya. Jadi, prestasi menurut saya adalah saat kau mampu membuat lebih banyak orang tersenyum, mampu membuat lebih banyak orang terbantu, melakukan sesuatu dan banyak sesuatu yang buat Allah bangga pernah menurunkanmu ke bumi, melakukan sesuatu dan banyak sesuatu yang buat Ibumu bangga pernah melahirkanmu, melakukan sesuatu dan banyak sesuatu yang buat hatimu bahagia, hatimu merdeka. Bukan sekedar, mampu membuat “hanya kamu” yang tersenyum karena telah berdiri di atas podium, berfoto ria bersama sertifikat dan piala, sedangkan yang lainnya ada yang menangis karena mendapat predikat “kalah”.  Iya, kasihan orang tua saya karena di rumah memang tidak pernah ada pajangan piala sedikitpun, kalau pun ada sertifikat pasti bertuliskan “selamat atas partisipasinya sebagai peserta”.

Ada definisi prestasi yang lainnya yaitu, saat kamu mampu melakukan sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan sebelumnya. Oh indah. Ya, itulah prestasi, saat kau katakan itu adalah prestasi maka kabarkan juga pada dunia tentang prestasimu. Ada yang tertawa? Biarlah, mereka memang hidupnya tidak merdeka, hidup atas standar yang diciptakan oleh orang lain, hidup yang biasa-biasa saja. Ada satu contoh orang merdeka dalam berprestasi, dia adalah teman satu SMP saya, yang baginya prestasi adalah: saat dia menjadi instruktur senam di kampusnya. Prestasi yang ia banggakan, bahkan ia cantumkan di setiap CV-nya, hebat bukan?. Pernah dalam suatu TL @pidibaiq saya mendapati pertanyaan “bang apa yang buat orang susah kreatif? Karena kau ingin dilihat orang, dihargai orang”, ya kurang lebih begitulah tulisannya. Lakukan apa yang ingin kau lakukan dan lakukan sesuatu yang benar.

Setidaknya, jika kita mampu mendefinisikan prestasi sebegini luasnya. Kita akan lebih menghargai manusia atas segala yang tercipta di dalamnya, atas segala potensi yang ia miliki, atas segala yang pernah ia perjuangkan. Jadi, apa definisi prestasi menurutmu?

2 responses

  1. itu application form Pengajar Muda ya?🙂

    sepaket lah sama hesty.

    sejak saya gagal dalam kuliah, padahal sd-sma saya termasuk murid yang prestatif, patokan prestasi secara formal terasa menyakitkan. mungkin juga saat itu, saya tak memiliki bekal (determinasi) yang cukup. entahlah.
    tapi kemudian, saya menemukan majalah Tarbawi yang membawa tema: Teruslah bertumbuh meski secara formal tampak gagal
    ada banyak pretasi informal yang bisa kita dahulukan daripada prestasi formal. adakalanya prestasi informal lebih fulfilling mesti tak memiliki ukuran kuantitas.

    ehiya, saya ga bermaksud promosi yak😀
    at all, nice sharing hesty🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s