Kopi Saya? Kopi Kamu

Sudah 1 bulan lebih saya tidak betul-betul meniatkan diri minum kopi. Skripsi yang masih belum beres-beres juga itu cukup menyita uang saku saya…hahaha, juga beberapa kejadian lainnya yang membuat saya harus mulai berdamai dengan kopi instant. Akhirnya, awal Mei yang indah. Tiba-tiba seorang anak manusia berbicara kepada saya melalaui twitter “rifzahra: @nisshadianty @addurra_izzati ngopi yu”. Ini adalah alamat, bahwa sang empunya hajat akan mentraktir dengan suka cita tanpa paksaan apapun. Ok, pilihan kita jatuh pada kedai kopi berjudul: Kopi Kamu, terletak di Jl. Taman Sari, persimpangan Balubur Town Square- Bandung. Kedai kopi yang sering saya lewati bersama angkot Ledeng – Cicaheum, dengan baligho melambai yang bertuliskan “Buy 2 get 1” (betul begitu?saya lupa :p).

Kopi Kamu, bergaya rada Eropa tapi agak Jawa juga saya juga bingung mendefinisikannya seperti apa. Tapi yang pasti tempatnya cozy banget dah (cozy dengan standar saya yang rada aneh). Masuklah kami dengan pede tingkat dewa, seolah-olah itu adalah rumah kami sendiri. Memang begitu mungkin konsepnya, berasa di rumah sendiri. Sampai tibalah kami di teras belakang yang ternyata jalan buntu, dengan elegannya kami keluar lagi menuju teras depan, mengambil kursi dan duduk dengan manis menunggu seseorang menwarkan menu.

Seorang pria yang diduga adalah baristanya Kopi Kamu datang membawa dua lembar menu, terpampang bahasa yang agak melangit, lain dari biasa Sunda sehari-hari. Espresso, bicerine, Kopi Kamu Flavoured Coffee Latte, Cappuccino dan deretan kopi lainnya yang saya gagal paham.

“Mas, bicerine itu apa?” kami pun memberanikan diri untuk bertanya

“Itu kopi dicampur sama cokelat, tau ga teh? Kopi bicerine itu sering disebut sebagai kopi perdamaian, jadi dulu ceritanya, ada seorang mafia datang ke sebuah kedai kopi di Italy. Dia pesan bicerine ke baristanya, pas datang pesanannya dan dia minum, dia marah-marah “bicerine macam apa ini?”. Akhirnya ada barista lainnya yang mengamati sang mafia itu, terus dia bikinin deh bicerine lagi. Diminum lah bicerine itu oleh sang mafia, dan dia langsung diam. Inget sama rasa bicerine ibunya yang ninggalin dia sejak kecil. Someday, sang Ibu ketemu lagi sama sang mafia ini, dia kasihlah bicerine sebagai ungkapan rasa maaf sang ibu kepada sang anak. Selesai”

“Ok mas, bicerine satu” itu Flo yang pesan

“Kopi Kamu Flavoured Coffee Latte rasa Green Tea” itu saya yang pesan

“…….” Itu teh Rifi yang pesan, saya lupa beliau pesan apa, beliau juga lupa pesan apa, sudahlah kalo begitu kita lupakan saja.

“Mas pake kopi apa?”

“Kita buat sendiri untuk kopinya, blend antara robusta – arabikanya kopi Papua dan Lampung (atau Bali ya? Saya lagi-lagi lupa)”

Akhir cerita, datanglah pesanan itu ke hadapan kami.

Kopi Kamu Flavoured Coffee Latte rasa Green Tea. Pernah coba Green Tea? Ugh pahit ga jelas gitu kan? Kopi juga pahit kan? Tapi, setelah mereka (Green tea dan espresso) berpadu dengan campuran susu sapi, rasanya menjadi indah. Pahit kopi dan pahit green tea yang mampu berdiri sendiri ditambah gurih susu sapi. Nikmaaaat sodara-sodara. Secangkir besar Kopi Kamu Flavoured Coffee Latte dihargai Rp. 30.000,00

Bicerin. Pernah coba cokelat panas? Pahit juga kan? Dicampur sama kopi, ditambah susu dan foam juga. Unik rasanya, ga manis, tapi ya khas kopi dan cokelat itu. Dan si Flo dengan dodolnya nambahin 3 bungkus brown sugar ke dalam bicerinenya, yang setelahnya malah menjadi aneh.  Secangkir bicerine dihargai Rp. 25.000,00

Image

Bicerin’a Kopi Kami, Foto by: Flo

Tentang Bicerine, ialah minuman yang berasal dari daerah di Italy yang bernama Torino. Sebuah tempat yang sangat terkenal dengan cokelatnya. Alkisah, kopi jenis bicerine ini muncul dari seorang Torino yang mau minum kopi dicampur dengan cokelat hangat. Cokelatnya juga khas, ada rasa hazelnutnya. Dan konon kabarnya, bunga hazelnut adalah lambang perdamaian. So, bicerine disebut-sebut sebagai minuman perdamaian. (Sotoy, biarin, sorry sanadnya ga shahih emang).

“Mas ada buku tentang kopi ga?”

“Belum ada teh, tapi klo mau ngobrol dan mau liat baristanya bikin espresso, datang aja ke barnya”

Siaaaap…esok atau lusa saya akan datang lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s