Si hitam manis dari Bulukumba

Bismillah….

 

Kedai Kopi Waddaddah, kopi susu khas Bulukumba

Pernah dengar Bulukumba? pertama kali mendengar nama ini pikiran ane langsung terbang ke sebuah daerah bernama Sumbawa yang  sangat terkenal dengan susu kuda’a. Tapi ternyata Bulukumba dan Sumbawa ga punya hubungan darah sama sekali :p. Ya, Kopi Susu Waddaddah khas Bulukumba  adalah sebuah kedai kopi yang lokasinya dekat kosan ane (baca : Gegerkalong Hilir, Bandung). Namanya yang unik itu membuat ane rada-rada penasaran sama rasa kopinya.

Jadilah hari ini, 27 Desember 2011 ane bersama dengan Nissa alias Flo my partner in crime menyambangi itu kedai kopi (setelah ane ditipu oleh kopi The Kiosk Ciwalk, 10ribu untuk dapetin kopi ABC biasa T_T). Setelah duduk dengan manisnya di kedai kopi itu, datanglah sang mas2 (Kak Dino) membawa kartu menunya dan berkata dengan logat khas daerah luar pulau Jawa : “Baca dulu sejarahnya”….

“Bulukumba itu nama daerah?” ane pun bertanya dengan polosnya

“Iya…pernah dengar celebes?…itulah orang Belanda menyebut kami” jawabnya

“oooo….Sulawesi toh”

Ok, setelah bertanya pada kak Dino mana kopi yang recomended akhirnya ane pesan satu cangkir kopi dua tellue yang perpaduan antara kopi dan susunya seimbang. Ada yang unik dari kopi bulukumba, aroma dan rasanya khas bakaran kopi (susah ngejelasinnya..haha). Mantab lah. Selang beberapa menit, kak Dino pun menawarkan satu kopi Waddaddah gretong sodara2. Itulah kopi hitam tanpa campuran susu dan gula terpahit yang pernah ane minum. Pernah ngerasain jamu brotowali ? begitulah kurang lebih rasanya. (Pantesan dia cuma nyengir2 aja pas ngasihin tu kopi).

“Klo minum kopi itu, biasanya yang ga cocok bakal ga bisa tidur atau paling ga diare..hahha” celetuk mas2 diujung sana

Kopi Dua Tellue

Kopi Waddaddah (Waddaddah berasal dari B.Arab yang berarti : mantab)

-_-‘ -_-‘ -_-‘…zzzzzZZZZ… Waddaddah dah

Oh iya..ngemeng2 ya…ini ilmu baru yang ane dapetin dari ngobrol2 bareng ma kak Dino :

Dahulu kala, sebelum terkenal kopi khas tanah Toraja, masyarakat Toraja mengambil biji kopi untuk pertama kalinya dari daerah Bulukumba. Dan, akhirnya kopi Toraja jadi lebih terkenal dibandingkan dengan daerah asalnya, yaitu Bulukumba. Di Sulawesi sendiri, minum kopi dipagi hari merupakan sebuah kebiasaan yang mendarah daging bagi kaum pria. Sebelum berangkat kerja, kedai2 kopi penuh sesak oleh penikmatnya. Dari mulai fotografer, wartawan sampai tukang rental mobil. Jangan aneh klo di Sulawesi sana, setiap kedai kopi pasti memasang tulisan “Rental Mobil”. Begitulah mereka, merentalkan mobilnya, menunggu mobilnya kembali sambil minum kopi dan ngobrol ngalor ngidul. Jangan harap menemukan makhluk berjenis wanita di kedai-kedai kopi, karena kopi memang identik dengan pria disana. (Ga kaya di Bandung ya…)

Nah, uniknya kopi Bulukumba di daerah asalnya memang terkenal sebagai kopi susu. Setelah di bawa ke Bandung,  barulah kopi Bulukumba dibuat lebih beragam variannya (karena kata’a, orang Jawa itu mengenal kopi dengan dua jenis : kopi bergula, dan kopi hitam). Humm..pas jalan2 ke dapurnya, jangan harap bertemu dengan satu set penyeduh espresso, mocca drip atau french drip. Kenapa ? karena kopi khas Bulukumba hanya bisa diseduh dari sebuah teko kuningan, inget ya..kuningan…ga boleh logam2 lainnya.

Teko penyeduh kopi, terbuat dari kuningan

Disaring terus sampe ga menyisakan ampas kopi

Nah…cinta itu rasanya kek kopi ini…kadang2 pahit :p

 

Sekian….ah senangnya menggali beragam jenis kopi Nusantara….

 

 

4 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s