[Jepret Lagi] Bread Talk, Background dan Warna

[Jepret Lagi] Bread Talk, Background dan Warna

Bismillah…

Dulu, roti yang paling saya sukai hanya satu : Sari Roti (Kampringan..hehehe), alasannya ? saya hanya mengenal satu merk itu saja😀. Jika bicara waktu sekarang, maka roti yang paling saya sukai adalah : Bread Talk. Hanya beda Rp 3.000 dan saya akan mendapatkan rasa yang jauh berbeda.

Hari ini, saya dan Flo (sahabat saya, bukan peliharaan saya :p) sepulang mengajar meniatkan diri karena Allah untuk menyambangi Bread Talk di Cihampelas Walk (Gaya amat ya mainan gw..hehe). Tenang, ini bukan cerminan bahwa kami sosialita ya, toh dalam jangka waktu 3 bulan terakhir baru kali ini saya datang kembali ke Bread Talk (klo 1 Oktober kemarin saya mah ditraktir judulnya :p).

Mencari Croissant judulnya. Ya, salah satu jenis puff pastry kesukaan saya. Setiap kali ke Bread Talk, maka Croissant menjadi makanan yang wajib di ambil. Teksturnya yang renyah, dengan rasa dan aroma butter yang kuat menjadi factor x kenapa saya menyukai roti ini, selain karena rasanya tidak terlalu manis (maklum, bukan pecinta makanan manis secara muka saya sudah sangat manis *huek).

Selain memenuhi hasrat makan croissant, maksud lainnya adalah hunting model yang akan saya jadikan korban eksperimen kali ini. Memandangi etalase dengan cake presentation yang berjejer indah hanya membuat hati tersayat-sayat, harganya itu loh saudara-saudara, tak terjangkau bagi kalangan irit seperti kami-kami ini. Hah, hanya bisa mengelus dada dan mencari alternatif model lainnya. Lalu jatuhlah pilihan saya pada Bread Butter Pudding. Dulu saya pernah mencicipi jenis pudding ini saat Tugas Akhir. Yuni, teman saya satu kelas mengambil tema “Aneka Puding Bakar” sebagai  tugas akhirnya, dan Bread Pudding itu menjadi salah satu menu yang disajikan saat itu. Penampilannya tidak seatraktif jejeran cake mahal di etalase, inilah yang membuat saya tertantang untuk mengabadikannya.

Flo mengambil Cheese cake dan Pizza, ia relakan dua makanannya itu saya potret terlebih dahulu sebelum dibantai habis. Jadilah 4 model saya dapatkan hari ini, Croissant, Bread Butter Pudding, Pizza, dan Cheese Cake.

Di Studio Abal-abal 

Matahari malu-malu menatap bumi siang ini, sehingga cahaya yang masuk melalaui jendela tanggung  di kamar saya menjadi semakin sedikit. Eksplorasi cahaya natural hari ini gagal total, so flash dan lampu kamar resmi menjadi pembantu saya dalam eksperimen kali ini. Konsep untuk para model saya buat simple saja. Hanya bereksplorasi dengan warna-warna pada property untuk menambah kekuatan makanan yang saya foto. Kalo di dalam dunia busana biasanya memakai warna-warna yang selaras. Maka dalam dunia boga, warna-warna tabrak lari seringkali digunakan. Misalnya, kuning dipadukan dengan hijau atau merah, dll. Oh iya, untuk teori tentang warna bisa dibaca disini, semoga bermanfaat.

Seperti iniiiii :

CHEESE CAKE PHOTO SESSION 

 Cheese Cake-1

Cheese Cake-2

Cheese Cake-3

BUTTER BREAD PUDDING PHOTO SESSION

Bread Butter Pudding-1

Bread Butter Pudding-2

Bread Butter Pudding-3

CHOCO CROISSANT PHOTO SESSION

PIZZA PHOTO SESSION

Pizza-1 dan ga fokuuuus….sebel : (

Pizza-2…fokusnya malah dibagian belakang : (

Nah, sampai hari ini saya masih penasaran bagaimana mendapatkan efek backlight pada background. Biasanya sih backlight didapatkan saat kita memotret, posisi lensa menentang arah datangnya cahaya. Tapi, karena sistem pencahayaan yang terbatas pada kamar saya (Masih nyari-nyari spot yang enak dikosan) maka saya hanya bisa mengandalkan flash eksternal saja. Sempat terpikir membeli lampu belajar untuk pencahayaan, tapi  budget bulan ini masih super terbatas. Background, ya saya bereksplorasi dengannya. Kerudung putih andalan saya yang warnanya sudah menjelma menjadi putih gading saya gunakan sebagai background. Dan membuat saya sakit jiwa seorang diri. Bukannya backlight, eh jadi kesan vintage yang muncul dalam setiap foto saya kali ini, ia timbul dari kerudung putih gading itu. Mungkin saya harus segera membeli Styrofoam atau karton putih -_-‘.

 

Oh lensa 35 mm….kalo pake lensa tele kudu sabar nyari fokusnya….huaaah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s