[Jepret Lagi] Beverage Photo Session

[Jepret Lagi] Beverage Photo Session

Bismillah….

Kembali iseng. Tiba-tiba frutang yang ada di jejeran rak piring mendadahi saya bahagia. Pasca pemotretan gehu jeletot, maka model selanjutnya adalah frutang. Tapi klo hanya memotret frutang saja, gambar yang dihasilkan mungkin akan menjadi garing. Jadilah saya foto dengan teknik freezing, rencananya saat saya jatuhkan sesuatu ke dalam gelas berisi frutang akan tercipta efek cipratan air.

Pertanyaannya adalah, benda apakah yang akan saya jatuhkan ke dalam frutang ? koin ? benang jahit ? hahaha….alhamdulillah, untungnya saya masih memiliki persediaan kurma sisa Ramadhan kemarin :p. Jadilah kurma saya berikan peran sebagai peran pembantu.

Untuk sesi pemotretan kali ini, saya akan buat konsep yang minimalis saja. Background putih, (lagi-lagi) chopping board, sapu tangan orange muda yang senada dengan warna frutang dan beberapa butir kurma. Kamera saya setting manual dengan komposisi seperti ini :

  1. Shutter speed 1/40 (ternyata  walau tidak memakai bilangan 1/ratusan bisa juga member efek freezing). Saya tidak menggunakan speed 1/ratusan, karena kemungkinan besar cahaya yang diserap sensor kamera akan semakin sedikit, dalam kata lain gambar yang kita hasilkan akan gelap. Belum lagi, pencahayaan saat itu terbatas pada lampu dan flash yang saya bouncing ke langit-langit.
  2. Apperture f 5.3
  3. ISO 200. Sangat tidak disarankan memakai ISO di 400 kecuali kalian ingin membuat efek NOISE pada gambar yang terekam.

Oh iya, satu alat yang paling penting adalah tripod. Selain untuk mengurangi efek shaking pada gambar, tripod juga memudahkan kerja kita yang hanya memiliki 2 tangan dan tanpa asisten. Prosesinya kurang lebih seperti ini :

  1. Tata gelas berisi frutang di atas meja yang sudah di alasi background, dll
  2. Siapkan kamera dan flash  yang sudah terpasang di atas tripod dan posisikan ia untuk mengambil gambar dalam bentuk portrait (suka2 sih, ini soal selera)
  3. Atur fokusnya, agar saat kurma dijatuhkan ke dalam gelas kita tidak perlu repot2 mengatur fokusnya, bisa-bisa ketinggalan moment cipratan air pula.
  4. Dan terakhir, saat tangan kanan memegang shutter maka tangan kiri siap-siap di atas gelas untuk menjatuhkan kurma. Ini melibatkan proses koordinasi dan gerak reflex yang complex..haha. Saat tangan kiri menjatuhkan kurma hitungan sepersekian detik tangan kanan langsung menekan tombol shutter….dan jepret, jadilah seperti ini jadinya :

 

Butuh sekitar 5x  jepret untuk dapat hasil yang seperti ini. Pesan moralnya : keep jepret jangan pernah menyerah untuk hasil yang kita inginkan. Yah, walaupun perasaan kesal sampai ingin lempar kamera sempat mendera saat gagal terus membuat efek beku pada gambar ini *hayah, tapi seketika urung dilakukan karena kamera’a mahal jadi sayang😀.

Evaluasi pada gambar kali ini : cahaya dari flash yang saya bouncing ke langit2 tidak merata keseluruh bagian objek. Ruang gelap pada akhirnya masih juga muncul di belakang gelas, sedangkan cahaya dari samping kiri menjadi berlebih (yang ini kenapa ya?). Ah, semakin penasaran mencoba pencahayaan natural bersama dengan jajaran reflector buatan.

– Behind The Scene-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s