[Jepret lagi] Kentang Mustofa dan Komposisi

[Jepret Lagi] Hallo Kentang Mustofa

Bismillah…

Setelah kabur beberapa hari dan menganggurkan warung nasi ini karena alasan super penting yaitu SKRIPSI yang teriak-teriak memohon dengan iba untuk dikerjakan segera😀. Akhirnya warung nasi kembali dibuka. Kali ini model yang beruntung adalah : Kentang Mustofa, ia yang teronggok di kamar kosan saya. Disela-sela stuck mengerjakan pesanan bapak dosen pembimbing (baca : proposal skripsi yang sudah di-acc dan soft copy hasil revisi terupdate harus hilang bersamaan dengan hilangnya flash disk saya, dan hard copy satu-satunyanya sedang diproses di tim TPS)  yang harus saya ketik kembali sambil mengarang bebas.

Sebutlah si kentang mustofa, yang begitu menggoda untuk saya potret malam itu. Kebetulan juga mendadak ada Nikon D60 lengkap dengan flash dan lensa 18-105 mm menginap di kosan saya. Sejenak saya tinggalkan onggokan proposal skripsi itu. Hai..hai kentang mustofa. Kentang mustofa, entah dari mana namanya menjadi seperti itu apakah karena penemunya adalah bapak haji Mustofa ? :p. Kentang mustofa adalah sejenis kripik kentang atau kentang kering yang disertai dengan irisan cabai merah dan bawang putih. Rasanya gurih dan cocok sebagai pendamping nasi dan pastinya tahan lama, so cocok untuk anak kosan seperti saya yang suka mendadak miskin di tengah bulan.

Sayangnya karena malam hari, jadi saya tidak bisa bereksperimen dengan cahaya alami buatan Allah Swt (baca : matahari).  Berbekal flash yang saya bouncing ke langit-langit mulailah saya bereksperimen. Hari ini rencananya saya akan berkutat dengan KOMPOSISI. Komposisi menjadi hal yang tak terpisahkan dalam dunia fotografi, tidak hanya dalam dunia masak😀.  Jika dalam dunia masak komposisi identik dengan perpaduan bahan dan bumbu yang sedemikian rupa agar terciptalah sebuah masakan yang enak dan pantas dimakan, maka begitu pula dengan dunia fotografi. Komposisi dalam dunia fotografi berbicara tentang penataan elemen-elemen visual yang ditata sedemikian rupa sehingga terciptalah foto yang tidak hanya sedap dipandang namun dapat mengungkapkan pesan dari foto yang kita “jepret”😛. Dalam dunia perkomposisian terdapat berbagai macam prinsip-prinsip komposisi yang terkenal, yaitu : perspektif, Rule of thirds, garis, repetisi, bingkai, dll (Tentang komposisi secara detail akan saya jelaskan klo saya ingat dan tidak hoream😀 di tulisan selanjutnya). Namun dalam dunia food photography setelah saya amati beberapa foto makanan, prinsip rule of thirds, repetisi dan garis cenderung lebih popular dipakai.

Berikut foto-foto hasil komposisi ala saya yang super ngaco :p…karena berteori itu mudah dan aplikasinya bikin mual..maka saya pakai prinsip komposisi ala warung nasi : jika foto anda enak dilihat maka, foto yang anda jepret komposisinya sudah baik..ahahahaha.

Komposisi 1

Komposisi 2

 Komposisi 3 (ruang di depan saos agak sepi dan membuat mata saya terganggu -_-‘)

Komposisi 4 (setelah botol saos dinaikkan ke atas chopping board, jadi agak mending lah ya)

Komposisi 5

Komposisi 6


–          Behind the scene –

Nah ini dia penampakan studio abal2 malam itu.

1 buah meja lipat, dan saya bereksperimen dengan alas dan background, ya tepat ! itulah selimut rumah sakit :p. Awalnya saya bosan dengan background putih dari kerudung putih buluk saya. Melihat alas kentang yang berwarna keabuan, saya pikir selaras dengan warna selimutnya, walaupun jadi tabrak lari ga karuan😀. satu buah chopping board untuk aksen kayunya, garpu dan sapu tangan orange yang selaras dengan warna kentang mustofa. Hah, begitulah jadinya kamar kosan saya, berantakan seperti kapal pecah😀

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s